Musi Hutan Persada

Sosialisasi & Edukasi Lingkungan, Nilai Konservasi Tinggi (HCV), dan Perambahan Lahan, Serta Pengendalian Karhutla Oleh PT. Musi Hutan Persada

Senin, 27 Februari 2017 14:30 WIB

Pengelolaan Hutan Tanaman Industri bukan semata-mata hanya sekedar menanam, memanen, lalu kemudian memetik keuntungan dari hasil penjualan. Namun diperlukan kejelasan mengenai cara mengelola Hutan Tanaman Industri yang berwawasan lingkungan, agar tercipta keselarasan dengan pola pembangunan yang berkelanjutan.

Pemahaman terhadap Lingkungan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) merupakan hal penting untuk diketahui masyarakat disekitar areal konsesi PT. Musi Hutan Persada (PT. MHP) untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta perlindungan hidup bagi masa depan flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dimaksud, PT. MHP menggelar Sosialisasi dan Edukasi Lingkungan Bernilai Konservasi Tinggi ke sekolah-sekolah yang berada di dalam dan sekitaran areal kerja PT. MHP, juga menjelaskan tentang perambahan lahan yang terhadi, serta pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sekolah dipilih sebagai sasaran dalam Sosialisasi dan Edukasi Lingkungan, HCV, CSR, serta Pengendalian Karhutla oleh PT. MHP karena merupakan wadah yang strategis, dimana didalamnya terdapat para siswa yang merupakan cikal bakal pemimpin bangsa, diharapkan lewat penyampaian sosialisasi ini dapat menanamkan mindset pentingnya kelestarian lingkungan hutan untuk masa depan.

 

Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Lingkungan, HCV, CSR, serta Pengendalian Karhutla dimulai sejak 02 Februari 2017 sampai dengan 21 Februari 2017 telah dilaksanakan di 6 (enam) sekolah yang berada areal PT. MHP dan sekitarnya, yakni SMPN Cecar Kec. BTS Ulu Kab. Musi Rawas (02/02/2017), SMAN III Benakat Kec. Talang Ubi Kab. PALI (07/02/2017), SMPN 4 Lubai Ulu Kec. Lubai Ulu Kab. Muara Enim (09/02/2017), SMP Wana Lestari Kec. Rambang Dangku, Kab. Muara Enim (14/02/2017), SMPN 5 Gemawang Kec. Rambang Dangku Kab. Muara Enim (16/02/2017), dan SDN Sindang Laya & Mukti Karya, Kec. Muara Lakitan Kab. Musi Rawas (21/02/2017).

Kehadiran PT. MHP ke sekolah-sekolah tersebut disambut hangat oleh pihak sekolah, PT. MHP yang diwakili Manager Fire Protection, Candralika, dalam kata sambutan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas antusias para siswa, orang tua/wali murid yang hadir, dan para guru yang ikut ambil andil dalam suksesnya kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Lingkungan, HCV, CSR, serta Pengendalian Karhutla.

Terdapat 3 (tiga) materi utama yang menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah tersebut. Pertama; Lingkungan HCV yang merupakan nilai-nilai sosial dan lingkungan penting dalam ekosistem dan lanskap yang diidentifikasi bersama untuk jangka panjang sebagai nilai-nilai penting yang harus dilestarikan dalam pengelolaan sistem alam, yang disampaikan oleh Manager Lingkungan, Amin Nuryamin. Kedua; penyampaian aktivitas peramabhan lahan oleh Erwin Dunovan, Yan Adha, M. Yasin dan Erwas kepada para siswa yang hadir dan orang tua wali murid yang mendampingi, dengan tujuan untuk memberikan pengertian bahwa lahan PT. MHP merupakan lahan Negara yang tidak boleh dijadikan lahan usaha pribadi/kelompok masyarakat, dan juga menyampaikan bahwa lahan konsesi PT. MHP merupakan kawasan hutan Negara yang tidak boleh dijadikan lahan usaha pribadi/kelompok masyarakat dengan cara mengklaim/merambah. Ketiga; materi pengenalan PBK dan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan serta Penegakan Hukum oleh Soedarmo. Tentunya penyampaian materi ini dikemas dengan ringan dan fun supaya dapat mudah dimengerti oleh para siswa dan wali murid yang hadir.

PT. MHP juga menyampaikan kepada masyarakat, khususnya orang tua wali murid yang hadir, pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan. Meskipun jumlah hotspot tahun 2016 dibanding tahun 2015 (Periode 1 Januari-28 Agustus) dari pantauan satelit NOAA18/19 mengalami penurunan dari 8.247 titik tahun lalu, menjadi 2.356 titik pada tahun ini atau lebih dari 74,64 persen (sumber data: http://sipongi.menlhk.go.id).

Selanjutnya memasuki tahun 2017 PT. MHP tetap komitmen dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan lewat sosialisasi dan edukasi, PT MHP  juga menyampaikan fatwa Maklumat Kapolda Sumsel tentang larangan pembakaran hutan dan lahan, karena merupakan perbuatan kejahatan/tindak pidana yang dapat menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, gangguan terhadap kegiatan pendidikan, transportasi dan perekonomian. Terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dikenakan sanksi hukum yang berat sesuai dengan ketentuan peraturan hukum yang berlaku.

Direktur Utama PT. MHP, Shigeru Shimoda juga menyampaikan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi ini akan terus mengkampanyekan bahaya karhutla mulai dari anak-anak, pelajar hingga ke masyarakat umum. Serta menyampaikan pentingnya prinsip Hutan Tanaman Industri yang mencangkup Manajemen Lingkungan, Pengelolaan Hutan Lestari, dan Hidup bersama dengan Masyarakat Lokal.

Selain para siswa, guru dan wali murid, kegiatan sosialisasi dan edukasi ini juga dihadiri pihak perwakilan Pemerintah Desa sekitar sekolah, Pemerintah Kecamatan, Kepolisian dan Tokoh masyarakat.

Setiap kegiatan sosialisasi dan edukasi dari PT. MHP ke sekolah-sekolah tersebut, diakhir dengan pemberian bantuan berupa kotak P3K, serta mengajak para siswa dan masyarakat untuk menaman pohon bersama demi kelestarian lingkungan hidup kedepan.