Musi Hutan Persada

Aktifitas Perusahaan

1. Pembibitan

Perusahaan memiliki 3 Nursery Permanen dengan kapasitas produksi bibit 35 juta batang/tahun. Seluruh benih berasal dari sumber benih SSO dan SPA yang dikelolah oleh departemen R&D dan telah mendapatkan sertifikat dari BPTH (Balai Perbenihan Tanaman Hutan).

2. Penanaman

Kegiatan penanaman dimulai dari persiapan lahan secara mekanis atau manual, pengajiran, pembuatan lubang tanam, penanaman bibit dan pemupukan. Jenis yang ditanam adalah Eucalyptus pellita dengan jarak tanam 3 x 2 m sehingga jumlah tanaman perhektar adalah 1.666 batang. Pemberian pupuk yang tepat dengan TSP 46 sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk menghasilkan pertumbuhan yang maksimal.

3. Pemeliharaan

Untuk menjaga kesehatan dan vitalitas tanaman maka dilakukan pemeliharaan tanaman yang dilakukan pada umur 2, 5, 6, 9 dan 12 bulan dengan metode penebasan manual dan penyemprotan secara selektif pada petak-petak tertentu. Pestisida yang dipergunakan untuk penyemprotan tidak termasuk golongan pestisida yang dilarang dan terbatas berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No 01/Permentan/OT.140/1/2007.

Pemeliharaan tanaman bertujuan untuk menekan perkembangan gulma yang menjadi pesaing dalam pemanfaatan nutrisi untuk pertumbuhan, serta menyediakan ruangan yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Secara berkala dilakukan monitoring pertumbuhan tanaman melalui pemantauan dan pengukuran pada plot ukur permanen (PUP). Setiap PUP mewakili areal tanaman 100 Ha. Hasil analisa data PUP dipergunakan untuk mengevaluasi kesehatan dan vitalitas tanaman, stocking tanaman, riap tegakan, dan potensi produksi pada akhir daur.

4. Pelindungan Hutan

Kawasan hutan harus dilindungi dari ancaman gangguan hama dan penyakit, penggembalaan liar, kebakaran hutan dan lahan, perambahan, perburuan liar dan pencurian kayu. Perusahaan telah memiliki sistem dan prosedur perlindungan hutan, serta mempunyai personil yang terlatih, peralatan, dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Dalam upaya mengendalikan bahaya kebakaran hutan, perusahaan telah menyiapkan organisasi khusus Divisi Fire Protection dengan personil SATDALKAR yang terlatih sejumlah 91 orang dan dilengkapi sarana dan prasarana sebagai berikut:

a. Menara Api 40 unit
b. Cekdam 128 unit
c. Sekat Bakar 101 km
d. Posko 63 unit
e. Mesin Pompa 207 unit
f. Tangki Air 33 unit
g. Mobil Patroli 110 unit
h. Alat Komunikasi
i. Pelatan Pemadaman Manual

Untuk mencegah aktifitas ilegal berupa perambahan, perburuan liar dan pencurian kayu, perusahaan melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah, Kepolisian dan tokoh-tokoh masyarakat melalui kegiatan patroli bersama, penyuluhan, upaya persuasif dan proses hukum apabila diperlukan.

Monitoring dan identifikasi serangan hama dan penyakit dilakukan secara kontinyu di areal tanaman. Apabila ditemukan gejala serangan secepatnya dilakukan penanggulangan dengan metode-metode yang ramah lingkungan. Beberapa jenis hama dan penyakit yang teridentifikasi antara lain: ulat penggulung daun, uret, pengisap pucuk daun, busuk akar, dan bercak daun.

5. Pemanenan

Luas areal dan jumlah kayu yang boleh dipanen ditentukan berdasarkan hasil inventarisasi tegakan (timber cruising) yang dilakukan satu tahun sebelumnya. Luas tebangan pertahun ± 20.000 s.d 25.000 Ha dengan potensi produksi normal mencapai ± 2 juta M3

Kegiatan pemanenan meliputi penebangan, penyaradan dan penumpukan kayu di TPn. Penebangan dilakukan dengan chainsaw dan harvester dengan sortimen kayu bulat berukuran diameter minimal 5 cm dan panjang 2.5 m. Kayu disarad menggunakan Forwarder dan Ponton darat menuju TPn yang berada di pinggir jalan. Kayu ditumpuk dengan pengaturan tertentu, kemudian dilakukan pengukuran oleh petugas perusahaan yang berkualifikasi GANISPHPL-PKB.

6. Pemasaran

Produk kayu dijual kepada PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper sebagai bahan baku bubur kertas (Pulp). Kayu diangkut dari TPn menggunakan logging truck dan dilakukan penimbangan di woodyard PT TEL.