Photo bersama masyarakt setempat
Hewan ternak berupa kambing bantuan dari PT MHP
Photo bersama masyarakt setempat
Suasana Saat Penaburan Bibit Ikan Nila bersama kelompok Tani Desa Bumi Makmur yang belokasi di Desa

Umumnya masyarakat yang ada didalam dan sekitar areal MHP adalah petani karet yang hasilnya sekarang tidak begitu baik nilai jualnya. Sebagai bentuk kepedulian MHP terhadap masyarakat yang hidup berdampingan dengan perusahaan. Maka mulai bulan Maret 2019 Tim CSR mengadakan “Program Kemitraan Pengembang Biakan Kambing” di  Desa Bumi Makmur.

Dengan memberikan 9 Ekor Kambing betina & 1 Ekor Kambing jantan kepada Pemerintah Desa Bumi Makmur.  Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu sehingga dapat menjadi peternak hewan ini secara mandiri dan mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil ternak kambing ini. Mengingat Kambing adalah salah satu hewan ternak yang paling umum dan mudah untuk diternakkan dan Kambing juga memiliki harga pasaran yang lumayan mahal, yaitu di kisaran Rp. 2.000.000,- s/d Rp. 3.000.000,- per ekornya.

Perkembangan saat ini untuk demplot kemitraan pengembangbiakan kambing sistem gaduh telah berkembang biak menjadi 20 ekor dan telah diserahterimakan kepada anggota kelompok tani lainnya.

Selain ternak kambing, Program pengembangan ekonomi lainya adalah Program “Demplot Kemitraan Budidaya Ikan Nila” yang dijalankan bersama antara MHP dengan  Kelompok Tani Desa Bumi Makmur.  Hal ini dinilai cukup berpotensi karena didukung kondisi lingkungan yang memadai yaitu sudah adanya kolam kolam buatan masyarakat sekitar, maka dari itu Tim CSR MHP memberikan Waring, Bibit Ikian Nila sebanyak 50.000 ekor berikut dengan pakannya. 

Adapun misi CSR MHP adalah melaksanakan tanggung jawab sosial & lingkungan perusahaan untuk pengembangan masyarakat dan kelestarian lingkungan serta menciptakan hubungan yang harmonis dan berkesinambungan.

MHP mengembangkan Program Pemanfaatan Kayu Masyarakat yang biasa disebut dengan Kayu Kemitraan atau kayu “R”

Dasar MHP melakukan kemitraan Pemanfaatan kayu masyarakat dikarenakan tingginya respon masyarakat untuk bekerja sama, serta Memberikan peluang kesempatan dan kemanfaatan yang riil kepada masyarakat sekitar hutan sesuai aturan yang berlaku dan didukung pula dengan tingginya kebutuhan bahan baku pabrik.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghindari kegiatan praktek illegal logging yang merugikan pelaku bisnis dan pemerintah daerah.

PRINSIP DARI TUJUAN KEMITRAAN

  • Meningkatkan pendapatan masyarakat disekitar hutan

  • Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan

  • Meningkatkan pemerataan dan pemberdayaan masyarakat dan usaha kecil

  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi perdesaan, wilayah dan nasional

  • Memperluas kesempatan kerja dan

  • Meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat sekitar

Share: