Musi Hutan Persada

Pengelolaan Lingkungan

Sesuai dengan falsafah harmony, dan dalam rangka mengimplementasikan Visi dan Misi Perusahaan untuk mempertahankan biodiversitas dan menjaga lingkungan, maka telah dibentuk Departemen Environmental yang bertanggungjawab untuk mengelola Kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi serta mengimplementasikan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam dokumen AMDAL, RKL dan RPL.

Bekerjasama dengan Pakar HCV dari IPB, pada tahun 2008 Perusahaan telah melaksanakan identifikasi kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT atau HCV) dan dilakukan verifikasi pada tahun 2011 pada areal seluas 44.098 ha (14,8% dari area konsesi) yang terdiri atas :

a. NKT 1.1 : Kawasan yang mempunyai atau memberikan fungsi pendukung keanekaragaman hayati bagi kawasan lindung atau konservasi

b. NKT 1.2 : Species hampir punah

c. NKT 1.3 : Kawasan yang merupakan habitat bagi populasi species yang terancam, penyebaran terbatas atau dilindungi yang mampu bertahan hidup

d. NKT 1.4 : Kawasan yang merupakan habitat bagi species atau sekumpulan species yang digunakan secara temporer

e. NKT 2.3 : Kawasn yang berisi populasi dari perwakilan species alami yang mampu bertahan hidup

f. NKT 4.1 : Kawasan atau ekosistem yang penting bagi penyedia air dan pengendalian banjir bagi masyarakat hilir

g. NKT 4.2 : Kawasan yang penting bagi pencegahan erosi dan sedimentasi

h. NKT 6 : Kawasn yang mempunyai fungsi penting untuk identitas budaya komunitas lokal

Pada Kawasan NKT dilakukan monitoring secara kontinyu untuk melindungi dan mempertahankan kondisi alamiahnya, serta menyediakan infrastruktur yang memadai agar masyarakat setempat memperoleh kemudahan dalam mengakses situs budaya/religi. Dalam kawasan Hutan Konservasi masih dapat diketemukan satwa liar yang berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 termasuk dalam kategori dilindungi antara lain : Panthera tigris sumatrensis (harimau sumatera), Elephas maximus (gajah sumatera), Cervus unicolor (rusa), Hylobates syndactylus (siamang), Manis javanica (trenggiling), Tapirus indicus (tapir) dan Tragulus javanicus (kancil) Salah satu kegiatan pengelolaan NKT yang menonjol saat ini adalah melakukan restorasi atau rehabilitasi Kawasan NKT yang mengalami degradasi karena perambahan dan illegal logging untuk mengembalikan fungsinya menjadi kawasan lindung.

Perusahaan telah melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku serta sesuai Dokumen AMDAL, RKL dan RPL yang telah disahkan oleh Komisi Amdal Pusat Dephut pada tahun 1996. Kegiatan pemantauan dilaksanakan melalui kerjasama dengan Laboratorium BLH Prov. Sumatera Selatan untuk pengambilan dan pengujian sampel udara ambient, kualitas air permukaan, biota air, emisi udara dari genset, dan sebagainya. Dalam hal pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Perusahaan telah memiliki izin pembuangan limbah cair dan izin TPS Limbah B3 dari BLHD Kab. Muara Enim dan Lahat Sebagai bukti ketaatan Perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan, maka sejak tahun 2012/2013 sampai dengan periode 2014/2015 telah mendapatkan Sertifikat PROPER dengan peringkat BIRU