Penyampaian RKT oleh Supervisor MHBM kepada Pengurus dan Kepala Desa Matas
Sosialisasi tata batas Wilayah Kerja MHBM & penguatan kelembagaan MHBM pada tanggal 07 Agustus 2019
Koordinasi dan silahturahmi dengan pengurus MHBM Banuayu dan Kepala Desa Banuayu pada tanggal 12 Mar

Sejarah terbentuknya program Mengelola Hutan Bersama Masyarakat (MHBM) bermula pada era reformasi di tahun 1998 dimana telah terjadi okupasi lahan besar-besaran yang dilakukan masyarakat terhadap areal konsesi HPHTI-MHP sesuai SK No. 038/kpts-II/1996 dengan alasan lahan tersebut merupakan lahan garapan / tanah adat dari nenek moyang mereka.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, MHP mulai mengembangkan program kemitraan masyarakat sebagai respon terhadap konflik dan klaim lahan yang dilakukan oleh oknum-oknum masyarakat di wilayah konsesi MHP. Salah satu program kemitraan yang dibentuk oleh MHP adalah MHBM, yang bertujuan untuk memberikan lapangan pekerjaan baru dan peluang bagi peningkatan perekonomian.

MHBM merupakan konsep pengelolaan Hutan Tanaman Industri yang dilaksanakan bersama-sama (kemitraan) antara perusahaan dengan masyarakat yang berada di dalam / di sekitar areal konsesi MHP, dengan prinsip saling menguntungkan secara berkelanjutan.

Sejak terlaksananya program MHBM dari tahun 2002 sampai dengan saat ini, luas areal kerja MHBM 86.652,27 Ha dengan 69 Kelompok MHBM yang mencakup 110 Desa di 26 Kecamatan dalam 7 Kabupaten dengan jumlah peserta 24.458 anggota. Pada Periode Januari – Desember 2019 telah diserahkan dana hasil kemitraan MHBM sebesar  Rp. 33.277.196.029,- (tiga puluh tiga miliar dua ratus tujuh puluh tujuh juta seratus sembilan puluh enam ribu dua puluh sembilan rupiah)

Saat ini, pelaksanaan kerjasama antara MHP dengan kelompok-kelompok masyarakat sekitar dan/atau di dalam areal konsesi HTI MHP melalui program kemitraan pola MHBM telah mengalami kemajuan dan mayoritas berjalan dengan baik, terkhusus untuk penyelesaian konflik-konflik sosial yang berada di kawasan MHBM, dikarenakan mayoritas anggota dari kelompok MHBM itu sendiri merupakan tokoh-tokoh berpengaruh di daerahnya, sehingga mampu meredam permasalahan sosial yang timbul diakibatkan oleh oknum-oknum masyarakat, selain itu juga membantu pengawasan pengamanan hutan dari kebakaran hutan dan perambahan-lahan.

PENYAMPAIAN RENCANA KERJA TAHUNAN KE KELOMPOK MHBM

Pada pasal 9 perihal hak dan kewajiban para pihak dalam akta kesepakatan MHBM, bahwa pihak pertama berkewajiban menyampaiakan RKT dan pihak kedua berhak untuk mengetahui Rencana Kerja Tahunan.

Untuk hal tersebut maka menjadi tugas pokok team CSR yang ada di Unit, Wilayah dan KPO Niru untuk menyampaikan RKT kepada kelompok MHBM.

KEGIATAN PEMBINAAN KELOMPOK MHBM

Pemahaman program kemitraan pola MHBM kepada kelompok-kelompok MHBM juga mengalami peningkatan, baik dari segi penguatan kelembagaan dan/atau organisasi kelompok MHBM, serta pemahaman tentang pelaksanaan pekerjaan melalui workshop dan sosialisasi serta melakukan kunjungan rutin dalam rangka silahturahmi untuk mempererat hubungan baik dengan pengurus MHBM.

Share: